Selasa, 29 Maret 2011

Kotbah Gembala Tanggal 25 Maret 2011

Lima Tanda Kedewasaan Rohani Menurut Kitab Yakobus
 
I. Arti dewasa rohani:
Kitab Yakobus menjelaskan bahwa KEDEWASAAN,
1. Bukan ditentukan oleh usia
2. Bukan ditentukan oleh penampilan
3. Bukan ditentukan oleh prestasi atau jabatan rohani
4. Bukan ditentukan oleh gelar kesarjanaan
Tetapi Tuhan berkata KEDEWASAAN ditentukan oleh sikap hati atau respon seseorang. Sikap hatinadalah karakter Anda.
 
Pengakuan adalah apa yang orang katakan tentang Anda, tetapi KARAKTER adalah apa yang Tuhan katakan tentang Anda. Alkitab berkata sikap hati Anda menentukan apakah Anda dewasa atau tidak. Tuhan ingin agar Anda bertumbuh dewasa supaya Anda berhak atas janji Allah, yaitu warisanNya sebagai anak (Galatia 4:1).
 
Cara mengukur kedewasaan bukanlah membandingkan diri Anda dengan orang lain tetapi ukurannya ditentukan dengan membandingkan diri Anda dengan firman Allah.
 
Kitab Yakobus merupakan pedoman hidup untuk bertumbuh dewasa rohani kita di dalam Kristus. Kata "DEWASA" dalam bahasa Yunani adalah "TELEAOS" yang artinya: dewasa, lengkap, sempurna.
 
Kitab Yakobus menunjukkan ada lima tanda kedewasaan rohani:
1. Seorang yang dewasa adalah POSITIF saat menghadapi tekanan dan kesulitan hidup
(dibaca: Yakobus 1:2-4)
 
Ujian pertama kedewasaan rohani adalah bagaimana respon kita terhadap masalah? Apakah Anda mengamuk, marah, kecewa? Apakah Anda menjadi gelisah, kuatir, takut? Apakah Anda bersunggut-sunggut dan memberontak?
Tanda pertama kedewasaan adalah bagaimana Anda menangani masalah.
 
Kekristenan bukanlah agama, tetapi kehidupan. Yesus berkata:"Aku datang supaya kamu mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b)
Hidup berarti masalah, dan bagian dari hidup adalah menyelesaikan masalah dan menghadapi masalah dengan sikap yang tepat.
 
Apakah sifat dasar Anda? Apakah Anda seorang yang negatif atau positif? Apakah Anda seorang yang suka memberi semangat baru atau mematahkan semangat orang lain? Apakah Amda seorang yang suka bersyukur atau bersunggut-sunggut? Apakah Anda seorang yang suka memberi dukungan atau membantah dan memberontak?
 
Yakobus berkata: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia." (Yakobus 1:12)
 
Anda bisa mempunyai pengetahuan firman yang luas dan mendalam, Anda bisa mempunyai jabatan yang tinggi, namun apakah Anda positif saat mendapatkan kesulitan dan tekanan? Itulah ukuran kedewasaan rohani.
 
2. Seorang yang dewasa adalah seorang yang peduli terhadap orang lain (dibaca: Yakobus 2:8)
 
Ujian kedua kedewasaan rohani adalah bagaimana Anda memperlakukan orang lain?
Seorang yang dewasa tidak hanya bisa melihat kebutuhannya sendiri tetapi dia juga bisa memperhatikan kebutuhan orang lain. Dia memahami luka-luka, kesedihan, kesusahan orang lain. Dia tidak hanya tertarik kepada dirinya sendiri.
Seorang anak kecil tidak peduli dengan orang lain, ia hanya memikirkan dirinya sendiri.
 
Alkitab berkata: kasih itu tidak mementingkan diri sendiri, tetapi peduli terhadap orang lain juga. Itu adalah salah satu tanda kedewasaan.
 
Yakobus 2:1-6, secara detail dan jelas berkata: janganlah memandang muka, atau membedakan-bedakan orang, jangan bertindak sebagai hakim (suka menghakimi), janganlah menindas dan memanfaatkan orang lain.
 
Saat kita memperhatikan dan melayani orang lain, kita sedang menyimpan harta di sorga. Jika kita memiliki simpanan di sorga maka Tuhan berkata bahwa kita memiliki "mata yang baik" maka teranglah seluruh hidup kta. Artinya jika kita punya simpanan harta di sorga (Matius 6:19-24):
1. Hati kita akan melekat dengan sorga
2. Kita mempunyai keberanian dan keyakinan untuk percaya
pada saat-saat hidup kita berada dalam kesulitan dan
kebutuhan bahwa Tuhan mengabulkan doa kita (ibarat
tabungan dan ATM)
3. Tuhan akan melimpahkan kemurahan dan kebaikanNya ke
dalam hidup kita.
 
Kisah perwira di Kapernaum dan seorang perempuan yang bernama Dorkas adalah kesaksian orang- orang yang memperhatikan dan melayani kebutuhan orang lain, mereka memiliki simpanan harta disorga.
Di saat mereka berada di dalam kebutuhan dan kesulitan, mereka menjadi orang-orang yang "layak" ditolong oleh Tuhan (Lukas 7:1-10, Kisah 9:36-42).
Sebagaimana kita memperlakukan orang lain, demikianlah juga Tuhan akan memperlakukan kita.
 
Di dalam Matius 25:34-40 Tuhan Yesus menjelaskan bahwa kelak kita akan dihakimi dan dilihat bagaimana sikap kita memperlakukan orang lain. Itulah salah satu tanda kedewasaan
 
3. Seorang yang dewasa dapat menguasai lidahnya
(dilihat Yakobus 3:2)
 
Ujian kedewasaan yang ketiga adalah bagaimana kita menguasai lidah kita. Seorang yang dewasa sangat memperhatikan perkataannya.
 
Perkataannya memberikan semangat baru kepada orang yang letih lesu. Perkataannya memberikan inspirasi dan tidak ada kecurangan pada bibirnya. Perkataannya membawa damai sejahtera dan kejujuran. Ia memelihara pengetahuan dan Orang mencari pengajaran dari mulutnya sebab dia adalah utusan Tuhan semesta alam (Maleakhi 1:6-7)
 
Pengendalian diri dimulai dengan mengendalikan lidah. Seperti seorang dokter memeriksa lidah untuk mengetahui kesehatan seseorang, demikianlah Tuhan memeriksa lidah kita untuk mengetahui keadaan hati kita.
 
Ada 3 alasan mengapa kita harus mengendalikan lidah:
1. Lidah kita akan mengarahkan kita sebab lidah itu ibarat
kemudi bagi kapal dan tali kekang pada kuda (Yak3:-4)
2. Lidah kita dapat menghancurkan apa yang Anda miliki sebab
lidah itu adalah api yang dapat membakar hutan yang besar
(Yak3:5-6)
3. Lidah kita menunjukkan siapa diri kita sebenarnya
(Yak3:9-12)
 
Yakobus 1:26 berkata: "Jikalau ada seseorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya."
Efesus 4:29, "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya merekayang mendengarnya, beroleh kasih karunia."
 
Ujian kedewasaan yang ketiga adalah bagaimana kita mengendalikan lidah kita.
 
4. Seorang yang dewasa adalah seorang yang suka membawa damai bukan pertengkaran.
(dilihat Yakobus 4:1)
 
Semakin Anda dewasa rohaninya maka semakin berkurang konflik, perbantahan dan pertengkaran. Rasul Paulus menyebut jemaat di Korintus bayi-bayi rohani sebab mereka suka bertengkar dan berbantahan.
 
Rasul Yakobus menyebutkan penyebab utama konflik dan pertengkaran adalah:
1. Egois atau mementingkan diri sendiri yang ditunjukkan
dengan memuaskan hawa nafsu sendiri (Yakobus 4:3)
2. Suka menghakimi dan saling memfitnah (Yakabus 4:11-12)
 
Ujian kedewasaan yang keempat adalah bagaimana sikap kita terhadap orang lain, apakah suka membawa damai atau pertengkaran? Sikap suka menghakimi adalah salah satu tanda ketidakdewasaan. Tuhan memanggil kita untuk sabar dan saling mendoakan.
 
5. Seorang yang dewasa adalah seorang yang sabar dan suka berdoa (dilihat Yakobus 5:7, 16)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar