Senin, 28 Maret 2011

Membebaskan Diri dari Kegelapan

MEMBEBASKAN DIRI DARI KEGELAPAN



Penulis : James W. Goll



Pesannya:
Mengusir roh-roh jahat atau pelayanan pelepasan harus didahului dengan PERTOBATAN, yang lebih dari sekedar perasaan menyesal, tetapi mengubah GAYA HIDUP seseorang menjadi sesuai dengan CARA TUHAN sehingga tidak ada roh jahat yang dapat kembali.


Tiga Pilar Jaminan kemerdekaan dari roh-roh jahat:


1. Keakraban dengan firman Tuhan sebagai perlindungan 
    Maz 19:12, "Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kuasadari."
 
2. Kesembuhan luka batin sebagai pembersihan dan transformasi supaya tidak ada iblis yang dapatvmenemukan atau memiliki tempat berpijak Efesus 4:26-27, "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah berinkesempatan kepada Iblis."
 
3. Manfaat kelompok kecil yaitu Cool, FA, Komsel sebagai jalan kemenangan. 
    Amsal 11:14, "Jika tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasehat banyak, keselamatan ada."
 
Cara kerja Iblis adalah mencari titik-titik masuk dalam kehidupan seseorang. Ia mencobai dan mendesak, mencari tempat-tempat lemah. Ketika ia menemukan satu (yang tidak ia temukan pada Yesus), ia bergerak masuk untuk melihat seberapa jauh ia bisa menghancurkannya.
 
Yesus dicobai Iblis "dengan semua yang ada di dalam dunia," seperti yang ditulis dalam 1 Yohanes 2:16:
 
1. Keinginan Daging (roti untuk dimakan)
2. Keinginan Mata (tontonan yang menakjubkan dari kuasa 
    yang menentang hukum gravitasi bumi)
3. Keangkuhan Hidup (kuasa dan kemuliaan dari kerajaan dunia)
   Yesus berhasil menolak ketiga "pelabuhan masuk" ini. 
   Iblis mundur menunggu waktu yang baik, tetapi peperangan ini sudah mulai.
 
Ada 6 cara yang berbeda mengusir roh- roha jahat dari manusia:
 
1. Dengan perintah iman (Markus 1:25, 9:25)
2. Melalui penumpangan tangan (Lukas 4:40-41)
3. Melalui pengolesan minyak (Markus 6:12-13)
4. Dengan melihat otoritas Yesus (Markus 5:6-7, 9:20)
5. Melalui perkataan iman (Matius 15:28, Markus 7:29)
6. Dengan cara berdoa dan berpuasa (Matius 17:21)
 
Katakter ilahi adalah salah satu senjata peperangan rohani terhebat. Tuhan menghendaki untuk kita tidak hanya memiliki kuasa supranatural tetapi juga KARAKTER SUPRANATURAL.
Mengizinkan Roh Kudus untuk membentuk sifat2 karakter dan kebiasaan2 kita agar selaras dengan KerajaanNya sehingga kita bisa mendapatkan jaminan yang pasti untuk hidup dalam kemenangan rohani.
 
Kebenaran merupakan senjata untuk menyerang dan bertahan. Pada akhir suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus menulis, "Aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yag jahat. SemoganAllah, sumber damai sejahtera, segara akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu." (Roma 16:19-20)
 
Untuk tetap bebas dari jerat Iblis, kita harus:
 
1. Mempraktikkan pengampunan secara teratur (2 Kor2:6-11, Kol3:13)
2. Berperilaku seperti hamba yang rendah hati terhadap orang lain dan 
    terhadap Allah (1 Petrus 5:5-7)
3. Mengalahkan kejahatan dengan kebaikan (Roma 12:21)
4. Memfokuskan pikiran kita pada perkara2 rohani dan perkara2 di atas 
    (Kol3:1-2, Flp4:8-9)
5. Menjalani hidup yang taat (Titus3:1-3, Roma 13:1-2)
    Tidak ada seorang pun yang mampu menjalani hidup yang benar tanpa pertolongan dan kemurahan Roh Kudus. Mohonlah tuntunanNya dan pertolonganNya untuk menjalani hidup dalam kebenaran.
 
Kunci Kemenangan Peperangan Rohani kita:
 
1. Doa, pujian, sukacita, dan ucapan syukur yang konsisten memberikan
    kita kemampuan untuk memegang perisai iman kita dengan teguh
    (Ef6:16, Flp4:4-7, Tes5:16-18, Ibr13:15)
2. Seluruh perlengkapan senjata Allah: ikat pinggang kebenaran, baju
    zirah keadilan, ketopong keselamatan dan kasut kerelaan untuk
    memberitakan Injil damai sejahtera (Efesus 6:13-18), melindungi
    bagian depan Anda, bukan belakang Anda. Itu karena kita selalu ada
    dalam posisi menyerang. Kita pernah boleh lari dari musuh.
3. Firman Tuhan dan doa adalah dua senjata yang dapat dipakai dalam
    pertempuran satu lawan satu dan juga sebagai strategi2 penyerangan
    global.


Dikutip oleh : Bapak Gembala

Kotbah Gembala Tanggal 6 Maret 2011

Bagaimana dan Mengapa Harus mengendalikan Lidah?
Yakobus 3:1-12


Ada 3 alasan mengapa kita harus mengendalikan Lidah
1. Lidah mengarahkan dapat mengarahkan hidup kita.
(Yakobus3:3-4)

Lidah mempengaruhi dan mengendalikan seluruh hidup kita. Kemana arah hidup kita. Kita akan berada di mana, apa yang kelak kita miliki 10 tahun dari sekarang ditentukan oleh apa yang paling suka kita bicarakan dan paling sering kita katakan.

Jika kita bisa membentuk perkataan kita maka perkataan kita akan membentuk dan mengarahkannhidup kita.

Alkitab memberikan perumpamaan Lidah seperti kekang pada mulut kuda, sehingga kuda itu menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya yang besar dan berat itu. Seperti kemudi, yang amat kecil dapat mengendalikan kapal yang amat besar menurut kehendak jurumudi. Demikian halnya dengan lidah, dapat mengarahkan hidup kita, ke mana kita akan pergi dan apa yang dapat kita pengaruhi.

Yesus berkata: "Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang." ( Matius 20:28)
Yesus mengatakan tentang panggilan hidupNya di dunia adalah untuk melayani dan menjadi tebusan bagi banyak orang. PerkataanNya inilah yang mengarahkan hidupNya.
Terbukti murid-muridNya berusaha untuk membelokkan arah hidupNya untuk menjadi: Raja di Israel, atau mencegahNya pergi ke Yerusalem supaya tidak kena celaka disiksa dan disalibkan ~ Dia menolak semuanya itu. Dia mengarahkan hidupnya dengan memperkatakan tujuan hidupNya.

Di dalam Lukas 23:39-43 dijelaskan tentang Kisah dua orang penjahat yang sama-sama bersama Yesus, pada saat yang sama dan bersama orang yang sama yaitu Yesus namun penjahat yang satu pergi ke Firdaus namun yang lain turun ke neraka. Apa yang membuat perbedaan disini? Perkataan mereka, yang mengarahkan mereka ke mana mereka akan pergi setelah meninggal dunia.

Penjahat yang satu menghujat Yesus, merendahkan Yesus dengan berkata: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diriMu dan kami!" (Lukas 23:39)
Perkataan yang merendahkan mengarahkan seseorang berjalan menuju ke bawah. Banyak orang heran, mengapa mereka selalu turun ke bawah setelah naik usahanya, pelayanannya, kehidupannya? Cobalah Anda periksa perkataan Anda. Perkataan Anda mengarahkan ke mana Anda kelak berada.
Jika Anda mau terus naik dan tidak turun, coba ubahlah kata-kata Anda.

Sebaliknya Penjahat yang lainnya justru sangat meninggikan Yesus. Dia berkata kepada Yesus: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
(Lukas 23:42-43)

Perkataan Anda mengarahkan Ke mana kelak Anda akan berada dan apa yang kelak Anda miliki.
Jika Anda mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka Anda akan diselamatkan (Roma10:9).
Dan barangsiapa yang percaya kepada Yesus, tidak akan dipermalukan (Roma 10:11).

2. Lidah Anda dapat menghancurkan apa yang Anda miliki
(Yakobus 3:5-6)

Seperti api yang kecil dapat membakar hutan yang besar. Lidah pun adalah api, demikian firman Tuhan.
Perkataan yang semborono dapat menghancurkan dan membuat Anda kehilangan segala sessuatu. Perkataan sembrono seperti gosip, perkataan negatif, perkataan kosong dan sia-sia seperti api yang bisa menyebar begitu cepatnya dan membakar habis segala sesuatu.

Berapa banyak orang karena perkataannya yang sembrono telah menyebabkan hancurnya rumah tangga, hilangnya pekerjaan dan bisnis, rusak reputasinya atau reputasi orang lain, putusnya persahabatan dan hilangnya kepercayaan orang lain.

Lidah bukan hanya memiliki kekuatan untuk mengarahkan hidup Anda tetapi juga menghancurkan apa yang Anda miliki, jika Anda tidak belajar mrngendalaikannya. Sebab lidah adalah api.

Amsal 18:20-21, "Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh bibirnya. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya."
Amsal 21:23, "Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran."

3. Lidah kita menunjukkan siapa sebenarnya diri kita
(Yakobus 3:9-12)

Anda tidak bisa berkata-kata yang jahat lalu menjelaskan kepada orang lain bahwa sebenarnya hati Anda adalah baik. Mengapa seorang bisa memuji Tuhan lalu dengan lidah yang sama kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah? Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?

Jika Anda suka mengatakan perkataan yang menyakitkan, merendahkan orang, atau membual-bual, sebenarnya HATI Anda sedang terluka, atau marah. Jadi masalah sebenarnya adalah bukan pada lidah Anda tetapi ada pada HATI Anda. Sebab apa yang keluar dari mulut berasal dari HATI. Jika hati Anda benar dan sudah dipulihkan maka Anda dengan mudah mengucapkan kata-kata yang membangun, kata-kata yang menyegarkan hati orang yang mendengarkan.

Bagaimana Cara Mengendalikan Lidah?
1. Milikilah Hati yang Baru
"Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu!" (Yehezkiel18:31)

Anda harus bawa hati Anda kepada Tuhan Yesus, percayalah kepadaNya. Izinkanlah Dia menyentuh dan memperbaharui hati Anda.

Alkitab berkata, "Jadi siapa ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17).
Saat Anda datang kepada Yesus. Dia hapus semua yang Anda pernah lakukan di masa lalu. Semua dosa, kejahatan, kepahitan dan ketakutan Anda. Dia berikan hati yang baru, roh yang baru dan hidup yang baru.

2. Mohonlah dalam doa agar Tuhan menolong Anda tiap hari
"Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku!" (Mazmur141:3)

3. Berpikirlah dahulu sebelum berbicara
"Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah." (Yakobus1:19-20)

Kotbah Gembala tanggal 20 Maret 2011

Menyimpan Harta di Sorga
Bacaan: Matius 6:19-24


Hari Raya Purim: (Ester 9:20-22)
Tuhan ubah duka cita menjadi sukacita
Tuhan perintahkan untuk membawa antar antaran makanan dan memberikan sedekah kepada orang miskin.
Pergantian musim dingin ke musim semi

Mengapa tidak boleh menyimpan harta di dunia saja? (Matius6:19)
Kisah Tsunami di Aceh dan Jepang, Kisah keluarga ditipu, kena peyakit ganas, dan lain sebagainya ~ menjelaskan bahwa Harta Duniawi mudah hilang dan lenyap karena tidak aman.

Sebaliknya, jika Anda menggunakan harta kekayaan untuk disimpan di sorga maka:
1. Hati Anda akan melekat ke sorga
2. Anda punya keberanian berdoa sebab Anda punya tabungan disorga
3. Kuasa Alllah dan kemurahanNya akan menyertai kehidupan Anda.
4. Ingat Kita pasti mempunyai kebutuhan, yang terkadang tidak bisa
diatasi dengan kekuatan sendiri tetapi oleh kuasa dari sorga.

Mata yang baik adaah istilah Yahudi tentang kehidupan seseorang yang menggunakan harta kekayaannya untuk membantu orang lain beribadah kpd Tuhan dan membantu orang lain mengatasi kesulitan hidupnya.
Jika Mata baik maka teranglah seluruh tubuhnya, artinya:
1. Anda memiliki dasar iman yang kuat untuk mendapat kasih dan
kemurahan Tihan.
2. Anda layak ditolong dan diberkati Tuhan
3. Anda layak hidup dalam berkat dan mujizat Tuhan

Kisah Perwira di Kapernaum, (Lukas 7:1-4)
ia layak ditolong Tuhan sebab ia mengasihi bangsa Yahudi dan menanggung rumah ibadah orang Yahudi.
Kisah Dorkas, (Kisah 9:36-42)
Ia layak dibangkitkan dari kematian sebab ia banyak berbuat baik dan suka memberi sedekah.

Di dalam 2 Raja-Raja 20:1-4 dijelaskan Alasan Raja Hizkia punya doa yang berani, adalah ia punya tabungan di sorga. Ketika Allah telah memvonis mai terhadap Raja Hizkia, tetapi Responnya tidak kecewa, patah semangat tetapi ia menaikkan doa yang berani. Ia berdoa kepada Tuhan: "Ah Tuhan, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapanMu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mataMu."
Hasilnya: Allah mengabulkan doa Hizkia dan memberinya perpanjangan umur 15 tahun.

Kesaksian:
Bertahun-tahun memberi bantuan untuk pembangunan gedung gereja di berbagai daerah dan banyak gereja. Saat Tuhan memerintahkan saya membangun sendiri gedung gereja GBI di Palembang, Dia memperhitungkan persembahan saya bertahun2 yang lalu sebagai deposito saya di sorga yang bisa cairkan di saat saya membutuhkan untuk membangun gedung gereja.

Bertahun2 saya mendoakan keluarga2 yang mandul, merupakan deposito saya di sorga sebagai dasar keyakinan iman saya yang kuat untuk menaikkan doa yang berani untuk membuka kandungan istri saya yang mandul. Hasilnya: bertahun-tahun kemudian Tuhan memberi kami keturunan, seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki.

Pesan Tuhan: kumpulkan bagimu harta di sorga!

Songs from the Cave Setiap kita hadapi setiap musim hidup yang silih berganti. Tuhan ijinkan banyak hal yang mengkondisikan kita berjej...